Planetarium Jakarta.
Jakarta, XBerita – Planetarium Jakarta dibangun Presiden Soekarno pada 1964 dan diresmikan 1968. Lokasi pusat edukasi astronomi yang pertama di Asia Tenggara ini berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.
Planetarium Jakarta merupakan sebuah bangunan berbentuk teater yang dibangun khusus untuk pertunjukkan ilmu perbintangan/astronomi. Dengan menggunakan teknologi proyektor khusus, simulasi bintang-bintang, planet dan objek langit lainnya tampil pada layar kubah (di atas kepala) dengan jelas, seperti melihat langit di malam hari penuh dengan taburan bintang-bintang.
Tujuan utama pembangunan Planetarium adalah sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan. Lalu pada tanggal 10 November 1968, planetarium ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dan tercatat sebagai planetarium pertama di Asia Tenggara, dengan Teater Bintang-nya, yaitu ruang pertunjukan yang berbentuk kubah raksasa dan menjadi tempat utama pertunjukan astronomi.
![]()
Pertunjukan planetarium ini, pertama kali dibuka untuk umum yaitu tanggal 1 Maret 1969 dengan menggunakan proyektor Universal buatan perusahaan Carls Zeiss, Jerman. Selanjutnya, tanggal 1 Maret dijadikan hari ulang tahun Planetarium.
Sejak awal beroperasi, planetarium dirancang sebagai wahana pembelajaran ilmu falak dan astronomi yang dapat diakses oleh pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum. Sebagai pusat edukasi astronomi, berbagai ilmu dan hal-hal yang berkaitan luar angkasa, dikupas tuntas disini, termasuk simulasi langit dan pergerakan benda-benda langit.
Planetarium sempat berhenti beroperasi sejak 2012, kemudian baru dibuka kembali pada akhir tahun 2025 setelah revitalisasi besar-besaran dengan teknologi digital.
Saat ini, semua fasilitas Planetarium Jakarta sudah dirombak total, termasuk ruang bioskop planetarium yang menjadi salah satu wahana atraktif di gedung ini. Dengan menggunakan teknologi terbaru serta kursi yang lebih nyaman, Planetarium Jakarta dan juga kawasan Taman Ismail Marzuki semakin menjadi destinasi utama untuk wisata edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan kembali Planetarium setelah vakum lebih dari 10 tahun. Aktivasi ini merupakan bagian dari penataan ulang kawasan TIM sebagai ruang publik terpadu sekaligus memperkuat fungsi TIM sebagai pusat seni, budaya, dan edukasi publik.
Dengan memamerkan teknologi visualisasi astronomi digital berbasis data terkini, Planetarium Jakarta hadir dengan penampilan lebih canggih, yang memanjakan para pengunjung untuk dapat menyaksikan simulasi tata surya dan berbagai fenomena langit lainnya, melalui pertunjukan yang dirancang edukatif dan imersif di Teater Bintang.
Untuk meningkatkan layanan edukasi, Planetarium Jakarta sudah menambahkan tekhnologi yang super canggih, yaitu Artificial Intelligence (AI). Namanya AI Virtual Host, pemandu digital berbasis kecerdasan buatan, dengan system penyampaiannya yang sangat interaktif dan mudah dipahami.
AI Virtual Host ini dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung, mulai dari menjelaskan sejarah Planetarium, menceritakan fenomena astronomi, bahkan sampai menjawab pertanyaan dasar tentang seputar tata surya.
Planetarium Jakarta menjadi pusat pembelajaran sains dan astronomi legendaris lintas generasi. Dikemas dengan teknologi yang jauh lebih canggih, imersif dan futuristik, menjadikan Planetarium Jakarta sebagai panduan lengkap untuk mengeksplorasi wajah baru dari pusat edukasi bintang tertua di Indonesia.
Planetarium Jakarta memberikan pengalaman seru, mulai dari menonton pertunjukkan Teater Bintang dengan sajian simulasi langit dan fenomena astronomi, pengunjung juga dapat mengamati benda langit secara langsung di observatorium dengan menggunakan beragam teleskop canggih. Selain itu, pengunjung juga dapat menjelajahi ruang pameran yang menyajikan artefak astronomi, foto langit juga fragmen meteor asli.
Destinasi edukatif yang sangat menyenangkan ini cocok untuk segala usia. Bagi pengunjung yang ingin menikmati fasilitas di Planetarium ini, terlebih dahulu harus membeli tiket, bisa secara on the spot (langsung) di lokasi, atau bisa juga dengan daring.
Untuk pembelian tiket secara on the spot, dibuka satu jam sebelum pertunjukan dimulai, namun kuota yang tersedia dibatasi untuk setiap sesi.
Berikut ini adalah rincian kuota yang tersedia:
Pelajar: 20 tiket per pertunjukan
Umum: 70 tiket per pertunjukan
Difabel dan pendamping: 5 tiket per pertunjukan
Untuk mencapai ke Planetarium Jakarta sangat mudah. Lokasinya strategis yaitu berada di kawasan TIM tepatnya Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Ada beberapa moda transportasi umum yang dapat dipilih.
KRL Commuter Line: Turun di Stasiun Cikini.
TransJakarta: Gunakan koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang) atau 6H (Lebak Bulus-Senen) dan turun di halte Taman Ismail Marzuki.
Mikrotrans: Rute JAK-10A akan membawamu turun di halte Taman Ismail Marzuki.
Baca Juga:
Planetarium Jakarta Resmi Dibuka Kembali Setelah 13 Tahun Vakum