Jakarta, XBerita — Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah uang beredar dalam arti luas atau M2 di masyarakat mencapai Rp10.133,1 triliun pada Januari 2026. Nominal tersebut tumbuh sebesar 10% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,6% yoy.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan perkembangan M2 itu didorong pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,9% YoY dan uang kuasi sebesar 5,4% yoy.
“Peningkatan M2 (1) pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit,” kata Denny dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Dia menerangkan tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh sebesar 22,6% yoy pada Januari 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sebesar 13,6% yoy pada Desember 2025.
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 5,5% yoy pada Januari 2026, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,9% yoy. Adapun, penyaluran kredit tumbuh sebesar 10,2% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,9% yoy.
Lebih rinci lagi, komponen M1 dengan pangsa 58,5% dari M2, tercatat senilai Rp5.923,3 triliun atau tumbuh sebesar 14,9% yoy, sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan sebesar 14% pada bulan sebelumnya.
Perkembangan M1 itu terdorong perkembangan giro rupiah dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu. Masing-masing tumbuh 24,9% yoy dan 14,5% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 22,3% YoY dan 14,3% yoy.
Sementara uang kuasi yang memiliki pangsa 41% dari M2, tercatat sejumlah Rp4.148,0 triliun atau tumbuh 5,4% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,6% yoy.
Pertumbuhan uang kuasi tersebut didorong oleh perkembangan giro valas yang terkontraksi sebesar 0,7% yoy, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 2,1% yoy. Sementara itu, simpanan berjangka dan tabungan lainnya masing-masing tumbuh sebesar 5,9% yoy dan 15,9% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 5,8% yoy dan 12,3% yoy.