
XBerita.com – Sebuah kapal tanker minyak bernama Safesea Vishnu dilaporkan dihantam dalam sebuah insiden di kawasan Teluk Persia bagian utara, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas keamanan jalur energi global.
Kapal yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat itu sebelumnya dilaporkan mengabaikan peringatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elit militer Iran yang rutin melakukan patroli di perairan strategis kawasan tersebut.
Rekaman momen serangan terhadap tanker tersebut kini beredar luas di media sosial. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai tingkat kerusakan kapal maupun korban dalam insiden tersebut.
Namun dampaknya langsung terasa di pasar energi global. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, mendorong lonjakan harga minyak mentah internasional.
Harga minyak Brent bahkan kembali menembus USD100 per barel, sementara minyak WTI mendekati USD98 per barel, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik dan serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk.
Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak sempat melonjak tajam hingga mendekati USD119 per barel, level tertinggi sejak 2022, seiring meningkatnya risiko gangguan distribusi minyak dari Timur Tengah.
Para analis memperingatkan bahwa jika eskalasi Iran terus meluas dan jalur pelayaran energi terganggu, harga minyak dunia berpotensi melonjak lebih tinggi lagi, bahkan dalam skenario ekstrem bisa menembus USD150 per barel.
Insiden terhadap tanker Safesea Vishnu menambah daftar gangguan keamanan di jalur energi global dan mempertegas bahwa kawasan Teluk Persia kembali menjadi titik panas geopolitik yang dapat mengguncang pasar energi dunia.




