
Jakarta, XBerita – Pemerintah melalui Korlantas Polri resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) nasional di ruas Tol Trans Jawa mulai Rabu, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB.
Kebijakan ini diterapkan dari Km 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga sekitar Km 414–421 wilayah Semarang sebagai respons atas lonjakan signifikan kendaraan pemudik.
Penerapan one way menjadi bagian dari strategi besar pengendalian arus mudik Lebaran 2026 yang juga mencakup skema contraflow dan ganjil-genap.
Skema ini untuk mengurai kepadatan ekstrem di jalur utama Trans Jawa yang setiap tahun menjadi titik krusial pergerakan kendaraan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho menegaskan, pelaksanaan one way nasional akan dipantau secara ketat dan dapat disesuaikan secara situasional. Meski volume kendaraan terus meningkat, kondisi lalu lintas hingga awal penerapan masih terbilang terkendali.
“Arus masih bisa dimonitor dan relatif terkendali, meski terjadi peningkatan signifikan seiring mendekati puncak mudik,” ujarnya dalam pemantauan di Command Center Korlantas.
Secara teknis, sebelum penerapan dimulai, dilakukan proses sterilisasi jalur dan penutupan akses masuk tol pada pukul 10.00–12.00 WIB guna memastikan kelancaran skema satu arah.
Berdasarkan jadwal resmi, sistem one way arus mudik akan berlangsung hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Setelah itu, arus akan dinormalisasi sebelum kembali diberlakukan skema serupa untuk arus balik pada 23–29 Maret 2026 dengan arah sebaliknya.
Selain itu, contraflow diterapkan di ruas Km 47–70 Tol Jakarta–Cikampek untuk memperkuat kapasitas jalan, sementara sistem ganjil-genap diberlakukan di sejumlah ruas tol utama guna membatasi volume kendaraan.
Korlantas mengimbau masyarakat untuk memantau jadwal rekayasa lalu lintas secara berkala dan mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan puncak.
Dengan penerapan one way nasional ini, pemerintah berharap distribusi kendaraan menjadi lebih merata dan perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman, lancar, serta terkendali di tengah tingginya mobilitas Lebaran 2026.





