
XBerita.com – China kembali menunjukkan kemajuan teknologi aviasi dengan menguji terbang perdana pesawat kargo tanpa awak terbesar di dunia, Changying-8 (CY-8), yang dirancang sebagai “truk udara” untuk kebutuhan logistik masa depan.
Drone kargo ini dikembangkan oleh perusahaan milik negara China North Industries Group Corporation (NORINCO) dan menjalani uji terbang awal di Bandara Zhengzhou Shangjie, Provinsi Henan, pada akhir Maret 2026.
Changying-8 merupakan pesawat tanpa awak kelas berat dengan bobot lepas landas mencapai sekitar 7 ton dan mampu membawa muatan hingga 3,5 ton. Jangkauan terbangnya dilaporkan bisa melampaui 3.000 kilometer, menjadikannya salah satu drone logistik paling ambisius yang pernah dikembangkan.
Dirancang untuk misi logistik jarak menengah hingga jauh, drone ini memiliki dimensi panjang sekitar 17 meter dengan bentang sayap 25 meter serta ruang kargo mencapai 18 meter kubik. Kapasitas tersebut memungkinkan pengangkutan berbagai jenis barang, termasuk logistik e-commerce hingga produk rantai dingin (cold chain).

Salah satu keunggulan utama Changying-8 adalah kemampuan short takeoff and landing (STOL), yang memungkinkannya lepas landas dan mendarat di landasan pendek sekitar 200 meter, termasuk di wilayah dataran tinggi dan daerah terpencil. Selain itu, proses bongkar muat kargo diklaim dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 15 menit, meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.
Uji terbang perdana ini difokuskan pada pengujian sistem kendali penerbangan cerdas, performa mesin, serta stabilitas keseluruhan pesawat. Sebelum tahap ini, tim pengembang telah menyelesaikan serangkaian uji darat, termasuk integrasi sistem dan uji taxiing berkecepatan tinggi.

Pengembangan Changying-8 juga menegaskan ambisi China dalam memimpin teknologi pesawat tanpa awak, khususnya di sektor logistik udara yang diperkirakan akan menjadi tulang punggung distribusi global di masa depan.




