
Jakarta, XBerita — Polda Metro Jaya memetakan sedikitnya 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dijadwalkan berlangsung di wilayah hukumnya pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kepolisian menyiapkan pengamanan berlapis untuk memastikan kegiatan berjalan tertib sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berlangsung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, secara keseluruhan terdapat 80 agenda yang berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya hari ini. Jumlah tersebut terdiri atas 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 18 kegiatan masyarakat lainnya.
Polisi memetakan tiga lokasi utama yang menjadi titik penyampaian aspirasi, yakni Gedung DPR/MPR RI, Silang Selatan Monas atau kawasan seberang Gedung Danareksa, serta Taman Pandang Silang Monas.
Sebanyak 18.504 Personel Disiagakan
Untuk mengantisipasi kepadatan massa dan dampak terhadap aktivitas publik, sebanyak 18.504 personel gabungan disiagakan dalam pengamanan aksi di sejumlah titik Jakarta Pusat.
Khusus untuk kegiatan penyampaian pendapat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Polda Metro Jaya menyiapkan 4.274 personel. Personel lainnya ditempatkan di sejumlah lokasi untuk mendukung pengamanan dan pengaturan lalu lintas sesuai perkembangan situasi.
Pengamanan dilakukan secara berlapis di sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa, termasuk area kompleks DPR/MPR RI hingga Flyover Semanggi, Palmerah, Stasiun Palmerah, kawasan Asia Afrika, Gerbang Pancasila, Bundaran HI, dan Dukuh Atas.
Utamakan Pendekatan Humanis
Budi Hermanto menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak konstitusional warga negara. Karena itu, personel di lapangan diarahkan mengedepankan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis.
Polisi juga memastikan rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan. Masyarakat yang mengikuti aksi diimbau menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta menghormati hak pengguna ruang publik lainnya.
Dalam pengamanan di kawasan Jakarta Pusat, aparat juga menekankan pendekatan pelayanan. Personel yang bertugas disebut tidak dibekali senjata api maupun senjata tajam dalam pengamanan aksi tersebut.
Tidak Ada Penyekatan
Di tengah tingginya jumlah agenda unjuk rasa, pemerintah memastikan tidak ada penyekatan terhadap masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengatakan masyarakat tetap dipersilakan datang dan menyampaikan pendapat. Aparat hanya akan melakukan rekayasa lalu lintas apabila diperlukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat secara keseluruhan.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan bersama-sama menjaga situasi Jakarta tetap aman, tertib, serta kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung.




