
Cimahi, XBerita — Ratusan penggiat dan pencinta panahan tradisional dari berbagai daerah di Jawa Barat memeriahkan Turnamen Panahan Tradisional Cimahi Cup III yang digelar di Pusdikarmed Cimahi. Ajang ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan atlet, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi melalui olahraga panahan tradisional Nusantara.
Mengusung tema “Dari Tradisi Menuju Prestasi”, turnamen yang diselenggarakan oleh Walet Basura Nusantara (WBN) Kota Cimahi ini melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga kategori umum.

Para peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Barat dengan mengenakan kostum tradisional daerah masing-masing. Kehadiran mereka menambah semarak kegiatan sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara yang berpadu dengan semangat sportivitas dan kompetisi.
Penyelenggara menegaskan bahwa turnamen ini tidak semata-mata bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, pengembangan minat generasi muda, serta pelestarian panahan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Walet Basura Nusantara, Wadah Pelestarian Panahan Tradisional
Walet Basura Nusantara (WBN) merupakan organisasi yang mewadahi para penggiat, pencinta, pengrajin, serta pelaku prestasi panahan tradisional Nusantara. Organisasi ini berfokus pada pengembangan panahan tradisional dengan penggunaan busur berbahan alami, seperti kayu dan bambu.
WBN didirikan pada 5 Oktober 2021 oleh Bunda Ully H. Rusady, yang menjabat sebagai Ketua Umum. Seiring perkembangannya, WBN telah memiliki anggota yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Cimahi Cup III, WBN Kota Cimahi berupaya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga panahan tradisional, memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, serta memperkenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda melalui kegiatan olahraga yang kompetitif dan positif.
Kategori yang dipertandingkan meliputi Kasumedangan jarak 50 meter, UPP Kasumedangan, kategori U12, FFA busur tradisional U12 putra dan putri, U15, UPP 15 dan umum, serta FFA busur tradisional umum putra dan putri.
Dukungan Berbagai Pihak
Penyelenggaraan Cimahi Cup III mendapat dukungan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Pusdikarmed Cimahi, Kesbangpol, KORMI Kota Cimahi, serta sejumlah sponsor, yakni Indocofee, Arrow, Burger King, Mufan Archerry, Travelxplore, dan Sosis Salam.
Acara dibuka dengan penampilan Tari Jaipong yang dibawakan oleh Riska, siswi SMP PGRI. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menegaskan perpaduan antara pelestarian seni budaya dan pengembangan olahraga tradisional.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mendorong keberlanjutan kegiatan serupa, sehingga panahan tradisional semakin dikenal luas dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Daftar Juara Cimahi Cup III Panahan Tradisional
Berikut para pemenang pada kategori yang tercantum dalam hasil pertandingan:
Kategori U12 Putri
1. Juara 1: Dhafitha Nizza Nurazizah — DIArchery Club
2. Juara 2: Maitsaa Nur Afifah — Cimahi Utara Jamparing
3. Juara 3: Dyah Sutraungu Ratu Negara — Cimahi Utara Jamparing
Kategori U12 Putra
1. Juara 1: Hafidz Araffi Fauzan — DIArchery Club
2. Juara 2: Arkan Syahid — DIArchery Club
3. Juara 3: Arsakha Benzema Agriawan — DIArchery Club
Kategori U15 Putri
1. Juara 1: Salwa Nur Fadillah — DIArchery Club
2. Juara 2: Khatira Fikriya Rumaisya — NGAjago Archery
3. Juara 3: Myiesha Alendra Balqis — Satria Madangan
Kategori U15 Putra
1. Juara 1: M. Fahmi Anggara — Bandung Horsebow Club
2. Juara 2: Fathur Rizki Adiarsa — Cimahi Utara Jamparing
3. Juara 3: M. Fahmi Rodiyansyah — Satria Madangan
Kategori Umum Putri
1. Juara 1: Salwa Nurfadilah — DIArchery Club
2. Juara 2: Santi Susanti — Baraya Archery
3. Juara 3: Nina Indriani — DIArchery Club
Kategori Umum Putra
1. Juara 1: Endad — PJA Kota Bandung
2. Juara 2: Arteta — Satria Madangan
3. Juara 3: Mamang Kalong — Kalimusada
Melalui Cimahi Cup III, Walet Basura Nusantara berharap panahan tradisional tidak hanya berkembang sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga tetap menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia. Semangat “Dari Tradisi Menuju Prestasi” diharapkan terus menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya bangsa sekaligus mengukir prestasi melalui olahraga panahan tradisional.




