
New York City, XBerita – Ribuan warga New York turun ke jalan di jantung Times Square pada Sabtu (28/2/2026), mendesak agar konflik militer terbaru yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran segera dihentikan.
Protes yang berlangsung sejak sore ini dipicu oleh serangan udara terkoordinasi AS–Israel terhadap wilayah Iran, yang memicu kekhawatiran eskalasi besar-besaran di Timur Tengah.
Massa demonstran membawa poster dan spanduk beragam, di antaranya “Hentikan Perang di Iran”, “No Regime Change Wars”, hingga tuntutan “Trump Harus Mundur Sekarang”.
Para pengunjuk rasa yang berkumpul di Times Square kemudian melakukan long march sekitar satu mil menuju Columbus Circle, sambil meneriakkan slogan seperti “Hands Off Iran Now” dan “No New US War in the Middle East”.
Menurut para peserta, aksi ini adalah respons terhadap apa yang mereka sebut agresi militer tak sah serta kecaman terhadap kebijakan luar negeri pemerintahan Washington.
Salah satu koordinator aksi, Layan Fuleihan dari kelompok The People’s Forum, mengatakan bahwa demonstrasi tidak hanya menolak serangan terhadap Iran, tetapi juga menyoroti kebutuhan untuk mengalihkan dana nasional dari belanja militer kepada prioritas domestik seperti pendidikan dan perumahan.
Aksi ini tidak hanya terjadi di New York. Demonstrasi serupa juga dilaporkan berlangsung di sejumlah kota besar lain di Amerika Serikat, termasuk Washington, D.C. dan Los Angeles, di tengah ketegangan yang meningkat pasca serangan udara tersebut.
Sementara itu, kritik tak hanya datang dari masyarakat sipil. Beberapa pejabat lokal New York menyampaikan kecaman terhadap agresi militer, menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang berpotensi menjerumuskan negara AS ke konflik lebih luas.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani mengutuk keras langkah militer yang dilakukan militer AS dan Israel terhadap Iran, menyebutnya sebagai eskalasi besar dalam “perang agresi yang ilegal.”
Menurutnya, serangan tersebut yang mencakup pemboman kota dan jatuhnya korban sipil bukanlah yang diinginkan rakyat Amerika.
Ia menyatakan bahwa publik AS saat ini lebih membutuhkan solusi terhadap krisis ekonomi dan sosial dalam negeri serta perdamaian ketimbang perang.
Kutipan inti dari pernyataannya:
“Today’s military strikes on Iran — carried out by the United States and Israel — mark a catastrophic escalation in an illegal war of aggression. Bombing cities. Killing civilians. Opening a new theater of war. Americans do not want this. They do not want another war in pursuit of regime change. They want relief from the affordability crisis. They want peace.”
Selain itu, Mamdani menekankan komitmennya untuk keamanan warga New York di tengah meningkatnya ketegangan global. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan Komisioner Kepolisian dan pejabat penanggulangan darurat kota untuk meningkatkan keamanan di lokasi yang sensitif sebagai langkah kehati-hatian.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada komunitas warga keturunan Iran yang tinggal di New York, menyerukan rasa aman. Warga Iran di New York disebutnya bagian dari struktur kota, termasuk sebagai tetangga, pemilik usaha kecil, pelajar, seniman, pekerja, dan pemimpin komunitas — dan mereka akan aman di New York City.
Pernyataan tersebut dipublikasikan di saat gelombang protes anti-perang berlangsung di Times Square dan sejumlah kota lain di AS, serta meningkatnya kekhawatiran publik atas potensi eskalasi konflik dan perang yang semakin meluas di Timur Tengah.





