
Laporan Eko Koesprananto, Koresponden XBerita dari Dubai, UEA
Dubai, XBerita— Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 28 Februari 2026 waktu setempat.
Target utama serangan tersebut adalah Al Dhafra Air Base, yang menjadi salah satu pusat operasi militer Amerika Serikat (AS) di kawasan. Otoritas setempat menyebut sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara, namun pecahan rudal dilaporkan jatuh di area sipil dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan terbatas.
Di Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) langit tampak seperti ada lintasan kembang api.
“Terdengar 2 kali dentuman sekitar pukul 24:00 (waktu setempat) dari area Dubai Palm Jumaerah,” kata Eko Koesprananto, warga negara Indonesia yang bekerja sebagai Sous Chef di One and Only Hotel, Dubai, UEA kepada XBerita, hari ini Minggu (1/3/2026).
Hotel Fairmont The Palm di Palm Jumeirah, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menjadi salah satu titik yang terkena serangan Iran, Sabtu (28/2/2026). Api tampak berkobar di sisi bangunan hotel tersebut, namun segera dapat dipadamkan.
Selain itu, Burj Khalifa hampir terkena serangan drone. Berdasarkan informasi, drone yang menyerang itu berhasil diblokir. Namun, puing-puing drone mengenai sedikit bagian Burj Khalifa sehingga menyebabkan kebakaran kecil.
Tak hanya hotel, serangan Iran di Dubai ini juga mengenai Bandara Internasional Dubai (DXB). Akibatnya, sejumlah penerbangan ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Eko mengatakan situasi terasa menegangkan. Karena terdengarnya beberapa kali dentuman dari kejauhan. Namun, dia berupaya tenang dan bekerja seperti biasa. “Mungkin akan koordinasi dengan kedutaan Indonesia, apabila situasi semakin memanas untuk evakuasi,” kata Eko.
Serangan ini disebut sebagai respons Teheran atas operasi militer sebelumnya yang dikaitkan dengan AS dan Israel terhadap sasaran di wilayah Iran.
Eskalasi tersebut memicu peningkatan status siaga di sejumlah negara Teluk dan penutupan sementara ruang udara di beberapa titik strategis.
Pemerintah UEA mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan komitmen menjaga stabilitas kawasan.
Sementara itu, komunitas internasional menyerukan adanya upaya perdamaian, mencegah konflik meluas di Timur Tengah. Perkembangan situasi masih dinamis dan menjadi perhatian global.





