Tim SAR Gabungan melakukan pencarian tenggelamnya KM Putri Sakinah.
XBerita – Pelatih tim Valencia Femenino B, Fernando Martin meninggal dunia dalam tenggelamnya kapal di Labuan Bajo, NTT. Berita ini diumumkan secara resmi di akun milik klub. Fernando Martin meninggal bersama tiga anaknya dalam kecelakaan kapal di Labuan Bajo, NTT. Kabar ini sudah dikonfirmasi oleh otoritas setempat di Indonesia.

“Valencia CF sangat berduka mendalam atas wafatnya Fernando Martín, pelatih Valencia CF Femenino B,” tulis Valencia CF. “Dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia, sebagaimana dikonfirmasi oleh otoritas setempat,” lanjutnya.Pihak klub menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya untuk seluruh keluarga, teman, dan rekan kerjanya di klub.
“Pada saat yang sangat sulit ini, Klub ingin menyampaikan duka cita terdalam dan dukungan penuh kepada keluarga, teman, dan rekan kerjanya di Valencia CF, Valencia CF Femenino, serta VCF Academy,” tulis Valencia CF.
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak tujuh penumpang telah dievakuasi. Tim Search And Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi tujuh dari total 11 korban kapal wisata yang tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (26/12/2025) malam.
“Tim SAR gabungan setelah menerima informasi langsung menuju lokasi menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere Fathur Rahman.
Dua korban selamat merupakan wisatawan asing warga negara Spanyol. Sementara korban selamat lainnya yakni seorang pemandu wisata dan empat kru kapal. “Sebanyak tiga orang penumpang dievakuasi oleh Kapal Nepton yang melintas dari Labuan Bajo ke Pulau Padar dan empat lainnya dievakuasi oleh Tim SAR gabungan,” ujarnya.
BMKG Prakirakan Gelombang Tinggi Siklon 96S
Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi terjadi gelombang tinggi hingga akhir tahun 2025, karena pengaruh bibit siklon 96S
“Sampai akhir tahun masih, untuk wilayah perairan yang di wilayah utara itu pada 31 Desember 2025 sudah sedikit menurun di 0,7-1,16 meter, sementara itu yang perlu diwaspadai adalah di selatan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran di Labuan Bajo, dalam keterangannya dikutip Minggu (28/12/2025).
Maria Seran menyampaikan hal tersebut menyusul peristiwa kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam saat berlayar di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) malam.
Maria Seran menjelaskan pengaruh dari bibit siklon 96S membuat kondisi cuaca mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, kemudian tinggi gelombang hingga tanggal 31 Desember 2025 di wilayah Selatan masuk kategori sedang yaitu berkisar 1,25 sampai 2,5 meter. “Namun, kondisi prakiraan cuaca untuk tinggi gelombang itu dapat meningkat sewaktu-waktu ketika terjadi hujan disertai petir,” ungkapnya.
Maria Seran mengimbau agar masyarakat dan wisatawan rutin mengikuti informasi resmi dan imbauan dari BMKG serta pihak berwenang.
