Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menonton bersama pelajar di Planetarium Jakarta. Foto: IG @pramonoanung
XBerita – Planetarium dan Observatorium Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, resmi kembali beroperasi setelah lebih dari satu dekade tidak aktif. Peresmian pembukaan kembali fasilitas edukasi sains ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kemarin, menandai kembalinya salah satu ikon pembelajaran astronomi di ibu kota.
Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan kebahagiaannya atas diaktifkannya kembali planetarium yang terakhir beroperasi pada 2012, dan menegaskan bahwa pembukaan ini bukan sekadar membuka gedung lama, tetapi mengembalikan peran strategisnya dalam meningkatkan literasi sains masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya mendorong minat generasi muda terhadap sains, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kebijakan akses gratis bagi pelajar selama tiga bulan pertama sejak dibuka kembali. Kebijakan ini berlaku baik bagi pelajar asal Jakarta maupun dari luar daerah, dengan syarat menunjukkan identitas pelajar saat kunjungan.
Planetarium Jakarta kini hadir dengan konsep dan fasilitas yang diperbarui, termasuk teknologi visualisasi astronomi digital terkini serta sistem interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pembaruan ini bertujuan menghadirkan pengalaman edukatif yang lebih imersif, memperkuat pemahaman tentang tata surya, rasi bintang, dan fenomena luar angkasa bagi pengunjung dari berbagai usia.
Selama masa pembukaan awal, tiket kunjungan untuk masyarakat umum dibanderol dengan harga terjangkau dan hanya tersedia melalui reservasi online guna mengatur kuota setiap sesi pertunjukan.
Pengunjung dapat memantau pembukaan batch tiket selanjutnya melalui kanal resmi Planetarium atau akun media sosial TIM.
Pengoperasian kembali Planetarium Jakarta juga menjadi bagian dari revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki, yang dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir untuk menguatkan ekosistem seni, budaya, dan edukasi di ibu kota Jakarta, Indonesia. Lewat revitalisasi ini diharapkan TIM mampu menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga ruang pembelajaran yang inspiratif.
Baca Juga:
