
Goodwood, XBerita – Rolls-Royce Motor Cars menandai satu dekade kehadiran Black Badge, lini alter ego yang diperkenalkan pada 2016 dan kini menjadi simbol ekspresi paling berani dalam dunia super-luxury.
Selama 10 tahun terakhir, Black Badge bukan hanya memperluas portofolio produk Rolls-Royce, tetapi juga membentuk standar estetika baru yang berpengaruh luas di sektor luxury global.
“Sejak awal, Black Badge diciptakan untuk menyambut generasi baru klien Rolls-Royce—individu yang mengekspresikan kesuksesan mereka tanpa kompromi dan dengan penuh keyakinan,” ujar Chris Brownridge, Chief Executive Rolls-Royce Motor Cars.
Ia menambahkan bahwa Black Badge turut mendorong pertumbuhan berkelanjutan perusahaan dan menjadikan merek ini relevan bagi klien yang sebelumnya belum pernah mempertimbangkan Rolls-Royce.
Jejak Historis: Dari 1928 hingga John Lennon
Meski Black Badge resmi lahir pada 2016, akar estetikanya dapat ditelusuri jauh ke belakang.
Pada 1928, sebuah Rolls-Royce 20 H.P. Brewster Brougham dikirim dengan gril radiator dan figurine Spirit of Ecstasy berwarna hitam—langkah yang sangat tidak lazim pada era ketika krom mengilap menjadi simbol prestise.
Ekspresi paling kuat dari filosofi ini muncul pada 1964 melalui Phantom V serba hitam milik John Lennon.
Vokalis The Beatles tersebut memesan Rolls-Royce dengan sentuhan hitam hampir di seluruh bagian, termasuk elemen yang biasanya dilapisi krom. Mobil itu kini dianggap sebagai “pendahulu spiritual” Black Badge.
Memasuki awal 2010-an, Rolls-Royce melihat perubahan karakter konsumennya. Muncul generasi baru entrepreneur muda yang sukses lewat teknologi dan platform digital.
Mereka tetap menginginkan kualitas kriya terbaik, namun dengan karakter lebih tegas, dinamis, dan disruptif.
Menjawab kebutuhan itu, Rolls-Royce meluncurkan Black Badge sebagai ruang ekspresi yang lebih berani dalam identitas merek.
Model-model Black Badge tampil dengan sentuhan hitam khas pada Spirit of Ecstasy, gril Pantheon, dan emblem Double-R.
Selain itu, mobil-mobil ini dibekali peningkatan performa, karakter berkendara lebih agresif, serta konfigurasi yang ditujukan bagi pemilik yang memilih mengemudi sendiri.
Rekayasa “Engineered Darkness”
Salah satu ciri utama Black Badge adalah warna hitam dengan kedalaman ekstrem. Untuk mencapainya, sekitar 45 kilogram cat diaplikasikan melalui proses khusus, dilapisi dua clear coat, lalu dipoles manual hingga menghasilkan kilau piano high-gloss.
Spirit of Ecstasy dan gril Pantheon tidak sekadar dicat, melainkan melalui proses pelapisan krom khusus yang menghasilkan efek krom hitam setebal satu mikrometer.
Di bagian interior, Rolls-Royce mengembangkan serat karbon dengan benang aluminium ultra-halus serta teknik Physical Vapour Deposition agar elemen logam tidak mudah pudar.
Dari Wraith hingga Spectre
Black Badge memulai debutnya pada 2016 lewat Black Badge Wraith dan Black Badge Ghost di Geneva Motor Show. Setahun kemudian hadir Black Badge Dawn, disusul Black Badge Cullinan pada 2019.
Kini, portofolio tersebut mencakup Black Badge Spectre, Black Badge Ghost, dan Black Badge Cullinan—dengan Spectre disebut sebagai Rolls-Royce paling bertenaga dalam sejarah merek ini.
Selain produk reguler, Black Badge juga melahirkan berbagai komisi Bespoke eksklusif seperti Black Badge Adamas, Neon Nights, Landspeed, hingga Ghost Gamer. Inspirasi desainnya pun semakin luas, dari budaya video game, sneaker koleksi, seni graffiti, hingga ekonomi digital.
Dalam 10 tahun terakhir, Black Badge telah berkembang dari sekadar varian produk menjadi simbol gaya hidup dan ekspresi individual. Permintaan global terhadap interpretasi Black Badge yang semakin berani pun terus meningkat.
Memasuki dekade keduanya, Rolls-Royce menegaskan komitmennya untuk memperluas portofolio Black Badge dan menghadirkan pengalaman yang semakin intens—bagi klien yang ingin mendefinisikan kemewahan dengan cara mereka sendiri.





