XBerita – Setiap tahun, Indonesia mencatat ribuan kecelakaan lalu-lintas (Laka Lantas) dengan tingkat fatalitas yang mengkhawatirkan. Menurut data Korlantas Polri 2024, lebih dari 30% kecelakaan berujung pada kematian disebabkan oleh faktor manusia, termasuk terburu-buru dan salah perhitungan waktu di jalan.
Fenomen ini menyoroti pentingnya time management atau manajemen waktu sebagai salah satu strategi krusial untuk keselamatan berkendara.
Banyak pengendara yang merasa “tergesa” karena jadwal yang padat, kemacetan, atau tekanan pekerjaan. Akibatnya, kecepatan berlebihan, menyalip sembarangan, atau mengabaikan rambu lalu lintas menjadi pilihan.
Studi dari WHO Road Safety Report tahun ini menunjukkan bahwa pengendara yang terburu-buru memiliki risiko kecelakaan hingga 2,5 kali lebih tinggi dibanding mereka yang berkendara dengan waktu cukup.
Pakar Keselamatan Berkendara, Founder dan Lead Instructor JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) Jusri Pulubuhu menjelaskan, kondisi psikologis “terburu-buru” ini tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga memengaruhi ketepatan reaksi, perhitungan jarak, dan kemampuan mengantisipasi bahaya di jalan.
“Saat kita mengalami permasalahan dalam waktu perjalanan akan menjadi intimidasi, memprovokasi kita, sehingga kemampuan nalar kognitif kita berkurang. Dampaknya adalah salah penilaian, atau tindakan motorik yang responsif terjadi spontan tanpa analisa. Oleh karena itu, manajemen waktu sangat penting, sediakan waktu perjalanan dengan baik sebelum perjalanan dimulai,” terang Jusri Pulubuhu kepada XBerita.
Time Management: Bukan Sekadar Tepat Waktu
Manajemen waktu yang baik di jalan berarti merencanakan perjalanan lebih awal, memperhitungkan kemacetan, cuaca, dan istirahat yang cukup sebelum berkendara. Pengendara yang terburu-buru cenderung menekan batas fisik dan mentalnya, sehingga risiko fatalitas meningkat drastis.
Dengan mengatur waktu perjalanan lebih realistis, pengendara bisa menurunkan tekanan psikologis → lebih tenang dalam mengambil keputusan di jalan.
Meningkatkan jarak aman → cukup ruang untuk bereaksi saat ada kendaraan mendadak.
Mengurangi kecepatan berlebihan → mengurangi risiko fatalitas jika terjadi tabrakan.
Menjaga kondisi fisik dan mental → menghindari kelelahan yang berpotensi memicu mikrosleep.
Penerapan manajemen waktu yang efektif bisa mengurangi risiko kecelakaan hingga 15–20% di rute perkotaan dan jalan tol.
Time management bukan sekadar soal tepat waktu, tetapi strategi preventif untuk keselamatan diri dan orang lain di jalan. Dengan merencanakan perjalanan lebih bijak, pengendara tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga menekan angka fatalitas yang setiap tahun menelan korban jiwa.
Di jalan, waktu yang dikelola dengan baik adalah teman keselamatan, sementara terburu-buru adalah musuh diam-diam yang bisa mengubah momen biasa menjadi tragedi fatal.
7 Tips Praktis Keselamatan Berkendara
- Rencanakan Perjalanan Lebih Awal
Hitung jarak dan estimasi waktu tempuh sebelum berangkat.
Perhitungkan kemacetan, lampu merah, dan kondisi cuaca.
Contoh: Jika perjalanan biasanya 1 jam, beri tambahan 15–20 menit cadangan.
- Hindari Terburu-buru
Berangkat lebih awal mencegah menekan kecepatan berlebihan.
Kecelakaan fatal sering terjadi saat pengemudi mencoba mengejar waktu.
- Atur Jadwal Istirahat
Untuk perjalanan jauh, berhenti setiap 2–3 jam.
Kelelahan mengurangi konsentrasi, refleks, dan jarak reaksi.
- Periksa Kendaraan Sebelum Berangkat
Pastikan rem, lampu, ban, dan wiper berfungsi baik.
Kendaraan prima mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan mendadak.
- Gunakan Rute Alternatif dan Update Lalu-Lintas
Gunakan aplikasi peta atau info traffic untuk memantau kemacetan.
Rute alternatif bisa menghindari stres dan terburu-buru.
- Sesuaikan Kecepatan dengan Kondisi Jalan
Jangan tergoda untuk mengejar waktu dengan kecepatan tinggi.
Kecepatan aman = lebih banyak waktu bereaksi terhadap bahaya.
- Fokus dan Minimalkan Gangguan
Hindari HP, musik terlalu keras, atau makan sambil berkendara.
Manajemen waktu yang baik memberi ketenangan mental saat mengemudi.
Baca Juga:
