Rakernas Gerakan Rakyat
Jakarta, XBerita – Organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 17–18 Januari 2026.
Juru Bicara Gerakan Rakyat, Angga Putra Fidrian, menyampaikan bahwa perubahan status organisasi menjadi partai politik merupakan hasil musyawarah mufakat seluruh peserta Rakernas. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat peran politik Gerakan Rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat secara konstitusional.
“Rakernas menyepakati bahwa Gerakan Rakyat mendirikan partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat,” kata Angga dalam keterangan nya, dikutip Senin (19/1/2026).
Dalam rangkaian agenda deklarasi, Gerakan Rakyat juga menetapkan dukungan politik kepada Anies Rasyid Baswedan untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.
Dukungan tersebut diumumkan secara terbuka sebagai bagian dari arah perjuangan politik partai ke depan.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyatakan bahwa Anies Baswedan dinilai sebagai figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan nasional dan visi perubahan yang sejalan dengan cita-cita organisasi.
“Kami menginginkan pemimpin nasional ke depan adalah Anies Rasyid Baswedan,” kata Sahrin saat acara deklarasi, Senin (19/1/2026).
Selain dukungan politik, Gerakan Rakyat juga menetapkan Anies Baswedan sebagai anggota kehormatan partai, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan gagasan yang dinilai sejalan dengan perjuangan Gerakan Rakyat.
Transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik menambah dinamika peta politik nasional menjelang kontestasi Pemilu 2029, sekaligus menandai masuknya kekuatan politik baru yang lahir dari basis organisasi kemasyarakatan.
