
Jakarta, XBerita – Industri animasi Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir. Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyebut sektor animasi nasional kini bergerak menuju ekonomi berbasis kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP), sekaligus menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan nilai industri animasi nasional meningkat lebih dari 3,3 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.
Berdasarkan data Indonesia Animation Report 2026, nilai industri animasi tumbuh dari sekitar Rp240 miliar pada 2015 menjadi hampir Rp800 miliar pada 2025, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai sekitar 13 persen per tahun.
Dalam peluncuran Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta, Teuku Riefky menegaskan transformasi industri animasi Indonesia kini tidak lagi hanya berperan sebagai penyedia jasa produksi bagi IP internasional, tetapi mulai berkembang menjadi pencipta IP orisinal karya anak bangsa yang mampu bersaing di pasar global.
Laporan tersebut juga mencatat lonjakan pendapatan animasi berbasis IP sebesar 279,53 persen dibandingkan 2015. Saat ini terdapat lebih dari 300 karya animasi orisinal Indonesia yang telah diproduksi dan didistribusikan di berbagai platform global.
Pemerintah menilai industri animasi memiliki peluang besar untuk menjadi “new engine of growth” ekonomi nasional. Selain memperkuat pasar domestik, pemerintah juga mendorong karakter dan produk animasi lokal agar mampu menembus pasar internasional di tengah dinamika geopolitik global.
Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) Daryl Wilson menyebut laporan tersebut menjadi pijakan penting untuk memetakan potensi industri animasi nasional, termasuk pengembangan talenta kreatif di berbagai daerah di Indonesia.
Indonesia Animation Report 2026 sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekraf, AINAKI, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Universitas Dian Nuswantoro. Riset tersebut melibatkan 262 studio animasi dan lebih dari 3.400 tenaga kerja kreatif di Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat industri animasi nasional, mulai dari pembiayaan berbasis HKI, perlindungan hak cipta, penguatan ekosistem talenta, hingga pembangunan roadmap animasi nasional berbasis kolaborasi lintas sektor.




